Senin, 28 Januari 2008

TV Anda Rusak Juga Hari Ini?

Sejak kemarin migren saya kumat. Maka tadi pagi saya tak bisa bangun pagi untuk kerja. Capek. Tapi lamat2 dari tv di kamar sebelah saya berkali-kali mendengar suara "Pemirsa, mantan Presiden Bapak Haji Muhammad Soeharto, yang kita kenal sebagai bapak pembangunan, adalah sosok blablabla...." Wooo....kepala saya kian berdenyut2. Saya hapal suara itu, penyiar perempuan TVRI dari zaman duluuu banget. Konon katanya rumahnya tak jauh dari rumah orang yang sedang dibicarakannya, yang namanya selalu disebut sangat lengkap. Penyebutan nama itu mengingatkan saya pada pikiran kanak2 dulu. "Apakah 'Presiden' adalah sepotong dari namanya? Nama: Soeharto. Nama lengkap: Presiden Soeharto." Hihihi...bodoh kali saya nih!

Lalu, untuk menetralkan telinga, saya juga nyalain tipi di kamar [yang stengah tahun ini jarang banget saya sentuh]. Tapi ini malah bikin saya makin pening. Karena gambarnya ternyata seragam. Ekslusif TVRI. Warnanya lebih bening daripada channel TVRI sendiri. Oh God! Apa tipi saya rusak? Kok gambarnya sama di semua channel? Atau saya terbangun dalam dimensi waktu masa lampau? Ketika hanya ada TVRI yang bisa menjalin persatuan dan kesatuan? Bukan. Rupanya ini masih bagian dari setting itu. Dan karena ga bisa tidur lagi, saya beranjak, ke kantor.

Buka-buka koran, ya Tuhan, banyak kali iklan duka cita dari pemerintahan, perusahaan. Ini apa??? Kalo biaya masang iklan stengah halaman, berwarna pula, dipake buat nambah2 subsidi minyak tanah, minyak goreng, ngasih modal usaha buat orang2...berapa yang terselamatkan hidupnya? Daripada dikasih ke orang yang udah meninggal? Dia ga baca! Ga akan ngasih proyek karena jilatan iklan2 kalian [kecuali anak2 dan kroninya, kalo mereka ga buru2 melarikan diri keluar negeri setelah pemakaman ini usai].

Belum lagi kalo melihat biaya perawatan selama orang itu nginep di RSPP. Nyaris 1 miliar rupiah? Dua kamar Presiden Suite seharinya aja masing2 Rp 2,5 juta. Trus ada dua lagi kamar kelas III seharinya masing2 Rp 200.000. Kalo dikalikan 23 atau 24 hari? Belum biaya obat, dokter, keamanan, dll, dsb? Ada berapa puluh "Slamet" yang modalnya sehari cuma Rp 50.000 yang bisa dibantu dengan dana yang hanya buat satu orang, yang sebenernya udah lewat tanpa bantuan alat2 itu?

Kembali ke soal tipi rusak, kenapa semua berita penuh puja puji najis yang melupakan perasaan korban pembantaian, penembakan dan penculikan? Berapa ratus ribu nyawa terbantai? Berapa ratus keluarga tercerai berai karena tuduhan2 tak berdasar dan tanpa pengadilan? Berapa ratus genangan darah tercipta di Aceh, Papua, dan Timor Timur karena telunjuknya? Huh, sampai tak ada yang ingat berita ini, soal pemakaman di Kalibata.

Suara najis perempuan yang memujanya sebagai Bapak Pembangunan itu, akan terus berdengung di telinga anak2 yang menonton tivi hari ini. Anak2 itu akan mengenangnya sebagai bapak baik, penuh senyum, suka mancing, main golf, berkebun. Dan orang2 tua yang mendapingi anak2 itu menonton akan melanjutkan dongeng tivi rusak hari ini untuk membantah bahwa wajah penuh senyum itu juga orang yang begitu fasis, pembunuh, mengekang kebebasan rakyatnya. Kenapa? Karena dia pergi tanpa pernah diadili. Karena, penerusnya ga pernah ada yang berani mengadilinya. Karena, penerusnya, berasal dari institusi yang sama, tentara! Kasian sekali anak2 zaman ini, yang tak pernah mengenal Munir!

13 komentar:

Anang mengatakan...

Sang Maha Segala dan Sang Maha Adil akan menjadi hakim sesungguhnya kelak di hari penghitungan amal... Smua akan terbuka dan terkuak dengan lebar disana...

venus mengatakan...

dan lagunya gugur bunga. najis.

sluman slumun slamet mengatakan...

ternyata tipi saya jugah rusak.
:D
BTW, kalo soeharto dah wafat yahh ikhlaskan saja deh... tapi TIDAK untuk anak, cucu, menantu, keponakan, kroni-nya! kerjar terus....
terutama tuh si tommy!

Puput mengatakan...

woooo...
ya ini ..

halah :P
geram geram geram

pengagum Soeharto mengatakan...

hidup Soeharto...

nelayan mengatakan...

jah, mbak yati gak baca semua saking merasa media dah rusak di negeri ini huehuehuehuehue...

coba baca ini tho, mbak...
http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/01/tgl/28/time/154217/idnews/885480/idkanal/10

media ya media mbak, yang rusak itu kadang pikiran kita sendiri.....

ehuehuheuheuheuheueu......;p

nelayan lagi mengatakan...

duh, salah posting.....blogger emang geblek hihihi....

pokoke linknya di detik soal si dewi soekarno yang gak mo maapin alm. soeharto dan nyamain dia dengan pol pot ;p

so, nda terlalu seragam kan....;)

gessh mengatakan...

ya ya termasuk pula tivi yg saya anggap bagus dan berbobot itu..
*Anang = Anda tidak akan pernah mengatakan hal tersebut jika ORANGTUA Anda yg dibantai,RIGHT??

Yunus Idol mengatakan...

Aaah.. untunglah saya nggak nonton tivi.. jadi saya nggak tau tivi saya rusak apa nggak. Tapi semoga kepalamu cepat pulih ya.. hehe

Zaq mengatakan...

Sori tv gue bagus terus deh, dan gak ada atuh siaran TVRI. Paling HBO, Discovery dan National Geographic he he he.......

Gue tipe pengecut, kecewa menyaksikan kebodohan bangsa ini, gue justru nggak menghadapi dan memberantasnya, tapi melarikan diri dari kenyataan.

Sori, tapi memang bangsa ini hopeless total. Ada ratusan juta Anang di luar sana yang butuh ratusan taon untuk bisa berpikir jernih dan cerdas. Gua give up! Sori pren!

bazzbeto mengatakan...

hihihi...
akhirnya keluar juga "berita duka cita" tentang meninggalnya bapak haji muhammad soeharto di sini...:D
btw tipi gw masih bisa idup ga ya, dah lama ga diidupin, mo ngecek tipi dulu ah

danudoank mengatakan...

tadinya sayah gag mo nonton teve tapi krn teve adanya di ruang kerja dan si bos asyik nonton, ya sesekali mata menatap juga ke tipi ruksak itu.

Yathie Anwar mengatakan...

mungkin tak ada yang lebih kasian pada yang bersungut berharap yang mati itu hidup dan diadili dalam usia yang tua renta. apa lagi yang akan dibawanya dengan kerentaannya kecuali hartanya saja. doakan saja dia dengan sekejikejinya hai yang dikecewakan oleh zaman. bukankah tak ada kata terlambat, bahkan dalam kematianpun untuk melaknat saja sisa ucap doa. itupun jika kau masih rasional dengan Tuhan, hahahaha....
keep movin' sista....
yath...