Rabu, 14 November 2007

Ikut Wamil Lalu Lawan!

Ada obrolan tentang harga minyak dunia yang terus melambung. Di pinggiran sana, ada antrian panjang orang2 yang ingin membeli minyak tanah dengan uang pas-pasan, karena tabung gas yang dijanjikan sedang dikirim dari luar negeri. Ada pengeboran yang menghasilkan berjuta kubik lumpur di sana, menimbun sumber kehidupan orang-orang, menyingkirkan pemiliknya, jauh dari tanah tumpah darahnya.

Ada kabar dari AP, di India, tiga petani meninggal karena berunjukrasa menentang seorang pengusaha asal Indonesia yang akan mendirikan pusat industri kimia perminyakan di lahan pertanian mereka. Di desa-desa kita, perampasan tanah juga masih terjadi. Sementara di kota, setiap hari ada penggusuran, agar yang kumuh dan miskin, tersingkir jauh dan tak terlihat mata pejabat.

Ada kata2 baru dalam rapat penting para pejabat, remunerasi. Katanya, gaji 2.000 orang dari mereka harus dinaikkan. Sementara di luar sana, 37.000.000 jiwa berkutat dalam kemiskinannya. Tak tahu arti remunerasi. Mereka hanya bisa mencari sesuap nasi di belantara beton, karena di belantara hutan, tak ada lagi yang bisa dipunguti. Hutan sumber hidup mereka, telah habis dimakan cukong (dan dibagi sedikit untuk pesta pemilihan presiden) sebelum kabur entah kemana.

Ada tangis pilu dekat padang ilalang sana. Seorang anak tersambar peluru dalam latihan menembak berseragam loreng. Di kampung sebelah, ada tangis juga setelah banyak kematian karena gigitan nyamuk dan kotoran unggas? Seorang lagi mati terkena ranjau ketika berjuang mendapatkan pecahan ranjau untuk dijual ke pasar loak, karena harganya konon mahal, bisa untuk makan anak istri 3 hari ke depan.

Berhentilah mengeluh, berhentilah menangis. Sebentar lagi ada latihan militer besar-besaran. Walaupun 97 persen dananya masuk ke kantong safari mereka, kalian bisa makan nasi gratis di atas ompreng. Walaupun latihannya berat, mungkin akan membuat kalian kuat untuk melawan ketika teraniaya! Ya, Lawan!

4 komentar:

puput mengatakan...

waduh, ntar ada junta militer juga ga ya?

venus mengatakan...

lawan? gimana caranya?

ndahmaldiniwati mengatakan...

di negara laen aja wamil mau di hapus, senengane koq yo usul yg ga' penting:[

ika mengatakan...

wah postingannya keren,,saya termasuk yang lagi mencari sesuap nasi mba,,,untung ada inet,,jadi kerjaan terasa menyenangkan (gak nyambung!) hehehe