Kamis, 29 Maret 2007

gado-gado

* Entah siapa yang salah. Pembuat defenisi cantik-kah, atau si tabib pembuat dan penjual obat, atau si pemakai obat? Mungkin mengikuti defenisi cantik di iklan tipi yang harus langsing-putih-tinggi-berambut lurus, Ana (30) mencoba minum obat pelangsing. Akibatnya, warga Jogja itu langsung meninggal. Iparnya, Aji, ikut nyicipin karena penasaran, eh, ikut meninggal. Lalu tiga polisi yang memeriksa bekas2 serbuk obat yang berceceran, hanya dalam hitungan menit, langsung pingsan. Lho lho lho...???

* Akhir2 ini beredar imel soal 'bisnis' pembunuh bayaran. Hmm...sepertinya ga sembarang orang bisa melakukan ini. Setidaknya harus punya kemampuan nembak (terlatih pasti) juga harus punya jaringan pengadaan senjata. Soalnya di imel itu, mereka juga nawarin senjata AK 47, bom, racun, dan cara membunuh yang laen. Kalo ini serius, dugaan bisa mengarah ke..., ya, penguasa jaringan senjata, bisa nembak. Tapi kalo ini iseng....bagusnya diapain yak kalo dah ketangkep? Oh iya, imelnya: pembunuhbayaran@telkom.net

* Jangan dikira jaman reformasi, ga ada lagi upeti2an. Selasa (27/3) kemaren, orang2 komisi II DPR RI dapet kiriman Duku Palembang 500 kilogram. Udah dimasukin ke 50 kotak kayu sesuai jumlah anggota Komisi II yang ngurusin soal pemerintahan dalam negeri ini. Ada tulisan Pemda Kabupaten Ogan Komiring Ulu (OKU) sebagai pengirim. Orang2 di sana pada ngacir ditanyain maksud kiriman duku itu. Ah...malu ya, disuapnya pake duku doang? Coba disuap lewat rekening, hihihi...! Tapi abis ini, pasti Pemda OKU didamprat abis2an...malu-maluin, ngirim duku ke kantor yang terhormat.

* Ini cerita dari DPRD Kaltim. Tahun lalu, mereka bagi2 laptop. Ada 61 biji yang dibagi dengan biaya Rp 2,79 miliar, merk Toshiba tipe Satellite. Jadi harga per unit keknya Rp 15 juta, walopun orang DPRD ngakunya harganya Rp 10 juta. Plus satu laptop khusus seharga Rp 115 juta dan 2 biji seharga Rp 25 juta. Lucunya, Ketua Komisi III pas ditanyain malah nanya balik. "Memang saya juga dapat laptop? Wah, mencet saja tidak bisa." Entah jujur pa kagak, ga tau dah. Yang jelas...laptop khusus yang katanya buat perekam suara seharga Rp 115 juta itu, udah rusak. Padahal baru dibagiin lima bulan lalu keknya. Tapi laptop macem apa sih semahal itu?

* Gado2 banget ya postingan ini? Ah...sudah. Saya lelah. Mungkin akan berhenti lagi sejenak, menarik nafas panjang, mengumpulkan energi, untuk kembali lagi BERGERAK. Mungkin besok pagi sudah pulih, atau lusa, atau mungkin saya akan terlena pada senandung di sana, ga tau!

7 komentar:

Awan Diga Aristo mengatakan...

serasa baca koran... =D

udah "capek" lagi nih??

Anang mengatakan...

laptop lagi laptop lagi... mereka kan bisa beli sendiri sebenarnya.. pake uang mereka sendiri,,, kan banyak uang dan gajinya gede

danudoank mengatakan...

berenti, gak sesuai dengan namanya dong bergerak :d... gado2 enak juga kok drpd makan yg sama mulu tiap ari :)

NiLA Obsidian mengatakan...

lho kho gant profesi jualan gado2?
ga papa.....jualan gado2 pake dorongan kan bergerak juga....hehehe

Hedi mengatakan...

kalo gado gado makanan sih enak, kalo gado gado berita DPR justru bikin meriang :D

venus mengatakan...

cape ya, co? pantesan ga fokus. 'berita'nya bener2 gado gado dan sepotong2. istirahat dulu, baby :)

rusle mengatakan...

hehehe.....makin lama makin lucu nih indonesia