Selasa, 23 Januari 2007

Membidik Soeharto, Lalu MATI!

Mari mengenang beberapa kematian, lalu menghidupkan kengerian, dan melahirkan perlawanan

Munir meninggal 7 September 2004, karena arsenik, dalam perjalanan ke Belanda. Baharuddin Lopa, gw yakin meninggal karena diracun juga, pada 3 Juli 2001, di Arab Saudi. Lalu kematian lain menyusul. 26 Mei 2004, Ferry Silalahi meninggal diberondong lima peluru di bahu dan dadanya, saat mengendarai mobil bersama istrinya, di Palu, Sulteng. Awal Agustus 2005, Umbu Lage Lozara ditemukan tewas dengan lidah terjulur, di sebuah penginapan di Raha, Sultra. Lalu terakhir, kemarin, Senin (22/1), Ris Pandapotan Sihombing meninggal tiba-tiba, ga tau sakit apa.

Kematian, mungkin ga tepat kalo gw bilang tiba2. Ada tangan Maha Kuasa yang mengaturnya. Gw cuma manusia bodoh dengan isi otak alakadarnya yang sok menduga-duga tentang kematian2 itu. Munir, semua sudah kenal siapa beliau. Terjangan peluru panas takkan pernah membuatnya mundur demi membela para korban kekerasan. Lalu Baharuddin Lopa, siapa tak kenal lelaki jujur yang tak kenal rasa takut ini. Beliau yang mengirim si raja hutan dan sang pangeran ke Nusa Kambangan.

Ferry? Sebelum meninggal, beliau adalah jaksa penyidik kasus Soeharto. Lozara, beliau adalah jaksa penuntut Soeharto. Dan yang barusan meninggal, Ris P Sihombing, Direktur Sosial Politik Intelijen Kejagung, adalah juga jaksa penyidik kasus dugaan korupsi Soeharto yang sedang dalam proses gugat menggugat harta dari 7 yayasan yang dibuatnya.

Otak gw muterrr ga keruan. Kenapa mereka meninggal pada saat2 yang sama, saat kasus Soeharto lagi dibidik? Lalu pikiran bodoh gw semakin berimajinasi, sok menganalisis. Kenapa pula selalu bersamaan dengan bergejolaknya kasus Poso? Kenapa Poso selalu jadi lahan empuk buat latihan perang pasukan bersenjata yang ga punya otak itu? Dan perhatian pun akan beralih ke sana. Lupakan kematian2 misterius itu, lupakan lumpur panas milik si anak emas itu, lihat ke sana, ke Poso.

Lalu tikus dan anjing bekerjasama. Selamatkan harta 60 juta Euro di Banque Nationale de Paris itu, selamatkan aset properti di London yang 11 juta poundsterling (Rp 193,6 miliar) itu, secepatnya, sebelum kasus Poso berakhir. Kalau perlu, kasus Poso diperpanjang, perbanyak korban, perbanyak pasokan senjata, tingkatkan perdebatan petinggi pasukan. Soalnya masih ada harta yang harus diselamatkan, ini daftarnya:

Yayasan Supersemar: Asetnya Rp 1,2 triliun, dapet dari sumbangan (or rampasan?) 2,5 persen laba bersih 8 bank negara. Harusnya buat beasiswa pendidikan, taunya dipake buat nutupin kerugian perusahaan anak2nya plus si raja monyet. Yayasan Dana Sejahtera Mandiri: Asetnya Rp 768 miliar yang didapet dari setoran dua persen pajak orang2 yang berpenghasilan Rp 100 juta ke atas. Niat awalnya, dana ini buat orang2 miskin taunya dipake buat rekening pribadi Bambang. Hmm...kesian ya, Bambang miskin ternyata. Yayasan Trikora: Yayasan ini dibuat buat menyantuni anak tentara korban pembebasan Irian Barat, taunya duitnya dipake buat mbangun museum di TMII dan buat nyimpen koleksi hadiah para konglomerat, juga kapal perang yang sempat dikomandani Soeharto. Yayasan Dharmais: Dananya Rp 1,1 triliun dipinjemin ke perusahaan2 kroninya via Raja Monyet dan kroni yang laen, tapi ga pernah dibalikin dan ga terima deviden juga, padahal yayasan ini dibikin untuk bantuan bidang kesehatan. Yayasan Dana Abadi Karya Bakti (Dakab): Dananya dihimpun dari pungutan wajib terhadap 8 BUMN untuk kepentingan Golkar. Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila: Dananya diambil dari potongan gaji PNS dan ABRI (perihnya gaji disunat...) untuk bantuan bagi ummat Islam, bangun mesjid katanya. Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan: Duit yang terkumpul harusnya buat korban banjir, kebakaran, dll, tapi konon katanya malah disalahgunakan.
(infonya dari banyak sumber, trus gw olah)

13 komentar:

uzi mengatakan...

Lagi-lagi dengan angka figur yang detail! Dapet dari mana sih:p Kayaknya punya akses ke BIN ya?^^ Kalau memang Suharto, dkk. yang berada di balik semua permasalahan ini, berarti dia keren banget ya. Mirip The Six Millions Dollars Man. Mungkin dia ngga bisa dibidik, melainkan harus dibiarkan. Toh bentar lagi juga (insya allah) wafat.

Anang mengatakan...

buset.. banyak bener uangnya...

Kana Haya mengatakan...

ckckck... akurat banget! pasti kemana2 bawa catetan deh! begitu denger ada penyelewengan ato pemasukan suatu lembaga langsung dicatet! hehehe.. bagus jeng! teruskan! p(^^)q

*saya sedang sendu

dirac mengatakan...

hmm.. kayaknya ada konspirasi dalam kasus2 kematian itu.

-tikabanget- mengatakan...

^_^
asik, dapet temen yang suka conspiracy theory..
makasih.. makasih..
dapet info tambahan..

hErY mengatakan...

Salut ama analisisnya jeng, klo nggak salah aku pernah baca buku management konflik, bahwa untuk mengalihkan perhatian umum bisa dengan cara membikin kejadian baru sehingga yang lama tenggelam

Hedi mengatakan...

Soeharto Clan itu mafia kaya raya, cuma sedikit yang berani melawan, wong George Bush senior aja mikir² :D

irfan mengatakan...

Wah betul, itu yayasan2 nya teramat mencurigakan...

Lihat saja website masing2, semua mirip:
Supersemar
Dana abadi karya bakti
Dharmais
amal bakti muslim pancasila

Bagian ikhtisar keuangannya masih under construction pula... semuanya.

Gila.. serasa jaman orde baru lagi...

-FM- mengatakan...

same old scenario. udah terendus sejak kapan taun, tapi mbuh itu para dedengkotnya pada nggak ada yang sadar. cuek en prek.

yoki mengatakan...

bisa gak ya semuanya tiba-tiba di delete?..sesuai harapan semua orang? delete dari sejarah? delete dari pikiran orang-orang yg gemes sama semua ini...ikut baca ya :P

tito mengatakan...

weesss...gara2 internet lambat, aku baru bisa komen sekarang. Mau saya rangkum semua komen itu mbak, tapi gak sempat.

makeblognotwar mengatakan...

mbak, sampeyan pingin nyoba makanan opo???

[sembari takut mbak satu ini dibidiki pula]

Anonim mengatakan...

pedih... gw yg bukan siapa2nya yg "mati" itu merasa pilu mbak, nyeri banget!
makasih bwt wawasannya, hari ini bertambah 1 perasaan "cinta" ku pada negeri ini...

tulisannya bagus!

sayang telat moco mbak...

salam kenal

regards

gessh (ym id:gessh23)
(tukang moco blog nya orang2 pinter, akune dhewe goblog ga iso nulis tidak aspiratif..ndeso..katro... ;))