Selasa, 26 Desember 2006

Tsunami, Banjir, Munir, Studi Banding

Posting borongan nih, berjejal di kepala bersamaan seh!
Hari ini peringatan dua tahun tsunami Aceh. Perih...belum semua dari mereka dapet semua hal yang dijanjikan. Masih aja sengsara padahal jutaan dollar dikumpulkan dari warga dunia buat mereka. Belum sembuh dari badai tsunami, enam kabupaten di Aceh terendam banjir. Sampe siang tadi udah sekitar 70 orang meninggal.

Panen bencana dimulai lagi.
Padahal lumpur Lapindo masih merajalela. Korban gempa dan longsor di Mandailing Natal (nama daerah yang amat kusukai, unik, kek nama Prabumulih, gw juga suka. Hiks...info ga penting!) juga masih terus bertambah. Selalu saja bencana2 ini berujung pada dua nama, Ical dan Kaban. Cal...urusin lumpurmu. Tapi jangan pake dana bencana karena tempat lain jauh lebih berhak. Kaban, kenapa juga orang2 yang gundulin hutan didiemin? Sepanjang tahun menuai banjir, napa ga mundur aja?

Ah, dana bencana itu. Sejak Juli lalu, ketika kampung gw kena banjir bandang, Ical dah bilang dananya abis. Tapi dana untuk yang laen2 masih melimpah ruah. Saat orang2 di Mandailing Natal harus berjalan puluhan kilometer memikul bantuan untuk korban longsor karena kendaraan tak tersedia, sekitar 30-an rombongan anggota sirkus lagi jalan2 ke Belanda, Cina Jepang. Eh...karena orang2 Jepang lagi sibuk menyiapkan tahun baruan...mereka ditolak. Jadi mereka ke Amerika. Hiks...ditolak aja masih tebel muka, lupa ma kondisi negeri. Yang penting jalan2 terooosssss, masa bodoh tar pulangnya ga bawa ilmu yang penting bawa belanjaan.

Lalu, berkah Natal menghiasi hidup Pollycaprus. Dapet remisi 3 bulan, dia pun bebas. Mungkin itu memang berkah buat dia dan keluarganya. Tapi ganjil rasanya. Suciwati pun nanya, "Lho, desenting opinion-nya gimana?" Mana komitmen bapak nan gagah itu yang menantang Polri buat nuntasin kasus Munir? Padahal ya...kemaren kan salah satu hakim MA melakukan desenting oponion, seharusnya sudah ada tersangka baru selain Polly. Ternyata, ga jaminan juga Polri pamer2 kemana- mana ketika menggaet FBI buat nuntasin kasus ini. Ngapain juga efbiai2an kalo ga punya komitmen, njing!

11 komentar:

tito mengatakan...

kembali bergerak, kembali menohok!

Hedi mengatakan...

selamat datang di negeri janji :(

dirac mengatakan...

ah, negeriku. Negeri subur loh jinawi. Sayang yang ngurus cuma mikir perut sendiri :(

Bangsa kaciaann mengatakan...

Masih pada nggak kapok juga untuk milih anggota 'sirkus'??!!!... :).

golput ajaa....

bazzbeto mengatakan...

pengen tau knp kaban ga mundur...?
karena menhut selalu kebanjiran duit (mungkin) dari pembalak yang liar maupun "jinak"...

BuRuNG mengatakan...

yup.. menurut feeling gw, ini semua ada hubungannya dengan kematian Alda deh!

*maap rada gak nyambung, soalnya sekarang kan malem jumat kliwon, hihi..

joni mengatakan...

setuju sama kalimat 'njing'... hihihi...
kayaknya mbak yati bener2 pemerhati sosial yang kritis nih!!!
selamat semoga tetap membumi!!! *ngikutin istilahnya mbak mei*

btw
itu nama prabumulih dapet darimana??
karena nama itu ada juga di daerahku (nama sebuah kota di sumsel)...

mata mengatakan...

lha wong bencana kok diperingati

"badai,...pasti berlalu"

tapi derita dan duka kan bukan lagu...

Anonim mengatakan...

halah yati,, yati,,
kamu bisanya protes saja,,
saya ga yakin kamu bisa bertanggung jawab nyelesaikan persoalan negeri ini kalo kamu duduk jadi menteri..
omdo lu

Yati mengatakan...

itulah untungnya gw ga jadi menteri dan cuma duduk disini nyela2in semua orang.
seenggaknya gw masih berani nyebut nama...daripada lo :p

Anonim mengatakan...

gw ga peduli gw telat komen
yg penting gw mo ngumpat2!!!

buat Anonymous di atas:
halah yati,, yati,,
kamu bisanya protes saja,,
saya ga yakin kamu bisa bertanggung jawab nyelesaikan persoalan negeri ini kalo kamu duduk jadi menteri..
omdo lu


gw yakin tuh orang bisanya netek ma ibunya, IQ nya brp sih? ya gitu-lah sifat pemuda/i kita...ga nyadar dia komen kaya gitu tu sama baunya kaya Tai!! oalah jiancuk tenan..anjing lo!


regards
gessh (gessh23@yahoo.com)