Sabtu, 23 Desember 2006

Berani2nya saya ngaku lelah!

Saya malu. Pada Suciwati yang tak pernah lelah. Demi keadilan bagi almarhum suaminya. Demi cita-cita enyahnya kekerasan dari muka bumi khatulistiwa. Dia, ibu yang harus terus berjuang. Terbang ke Amerika, ke Belanda, ke mana pun orang mengajaknya untuk berseru tentang keadilan. Dia, juga tetap harus memastikan masa depan Alif dan Diva indah dan cemerlang, tak kekurangan apapun.

Saya malu. Pada Putu Ika Widari yang tak pernah gentar. Perempuan belia 23 tahun, juga ibu seorang putra, terus berjuang. Agar mendiang suaminya dan ratusan orang di negeri ini tak lagi dicibir karena AIDS. Dia, dengan tubuh ringkihnya yang terus digerus HIV, masih bisa mengangkat dagu, menghadapi cemoohan. Meski usianya telah dipatok, dia terus berjuang, memperpanjang masa kasihnya buat anaknya.

Saya malu. Pada korban lumpur di Porong sana yang jauh lebih capek, lelah jiwa raga. Juga pada buruh tani yang bercucuran keringat setiap hari tapi tak bisa makan karena harga beras yang ditanamnya sendiri terlalu mahal. Pada mereka yang telah ditimpa bencana tapi bisa bangkit membangun hidupnya kembali. Pada bocah2 di jalanan yang terlalu kuat menjalani hidup yang demikian keras.

Saya malu. Saya hanya duduk disini. Menghadapi layar monitor. Membaca, lalu menggerakkan jari-jari tangan, menuliskan cela dan makian. Berani-beraninya saya mengaku lelah, capek, letih, padahal saya tak berbuat apa-apa? Sementara orang2 yang kucacimaki bebas saja berkeliaran, tak tersentuh apapun. Mereka tak pernah capek mempertahankan kekuasaannya dengan segala cara.

Lalu kenapa saya harus lelah? Saya ingin mulai menulis lagi hari ini. Agar ultah saya tak sesenyap ultah Munir yang telah dilupakan orang, 8 Desember lalu. Saya ingin blog ini tetap bising dengan makian. Terima kasih tak terhingga buat Anda semuanya yang tak lelah menengok ke sini, berharap saya kembali bising. Ah, semoga saya tidak GR ya....!



menandai kembalinya saya ngeblog (cuih, bahasanya), ada blog baru neh yang wajib dikunjungi, buat gila2an aja. Juga ada puisi Pablo Neruda di blog pribadi saya, alarm setiap kali saya merasa lelah. Met ultah...(hiks, ngucapin buat diri sendiri :p)

14 komentar:

Hedi mengatakan...

capek itu natural Yat, obatnya cuma istirahat. Begitu udah seger, ya muncul lagi hehehe

gaussac mengatakan...

welcome back en met ultah, mudah2an menjadi wanita yang semakin dewasa.

tito mengatakan...

ngucapin sendiri? Pan kemarin udah kutelepon? GImana sih?!

venus mengatakan...

Boooo....welkambek :p

dirac mengatakan...

Selamat Ulang Tahun! Selamat kembali bergerak!

mata mengatakan...

saya juga malu dengan diri saya sendiri. tapi ya gimana. wong bisanya cuman nulis. kalau memang bergerak harus teriak teriak atau turun kejalan. maaf... saya tidak mau. capek. lagi pula buat apa ?

Moes Jum mengatakan...

Jangan capeekk ... jangan mandeg ... ayo bergerak terus ... minimal iso mbengok!!! Soale kalo sampeyan juga capek lha siapa yang harus teriak2 dong? Jangan sampe orang2 yang ngakunya nguwasai Indonesahh itu terus mbaurekso! Keep on fighting yoo!!!

Kana mengatakan...

udah ga capek niiii..... :D
kutunggu postingan selanjutnya ya buk...

betewe, sudah dengar berita pollycarpus dapet remisi??? :S

ruslee mengatakan...

gmana kabar? sehat n baek2ji to?

hmm...capek dan lelah....? hari sabtu dan minggu itu lah tempatnya...hehhee...

bebex mengatakan...

cuma bebex yang telat...
maapkan mba,, :D

setahun lagi ingetin bebex yaa ;)
lupyu!!

biru mengatakan...

setiap malam menandai kematian
setiap pagi menandai kelahiran
(sy lupa quote dr buku apa,huehehe..)
met ulang hari..
moga gak lelah bergerak ya..

sefawkes mengatakan...

welkambek sist..met ultah!!!
jgn pernah lelah lagi, krn aku ingin selalu membaca dan ikut memaki :D

Aris Heru Utomo mengatakan...

turut ngucapin met ultah et terus bergerak ya mbak.

gema mengatakan...

ayo bergerak lagi..