Senin, 14 Desember 2009

mari menghitung koin keadilan



Waw...begitu terasa nikmatnya hidup saat saya bisa bertemu kasur empuk untuk meluruskan punggung malam ini. Rasanya, lelah seharian tadi langsung terbayar lunas begitu badan menyentuh kasur setelah mandi.

Hampir seharian tadi saya ikut menghitung koin keadilan, koin2 untuk kebebasan prita di jalan langsat, markasnya wetiga, dagdigdug, dan politikana.com. Saya ada di sana mulai sekitar pukul 11 sampai pukul 16.50. Lalu malem usai ikut pembubaran Panitia Pesta Blogger 2009 di es teler 77 jl Adityawarman, saya balik lagi menghitung koin sekitar sejam. Hasilnya, bisa memasukkan 5 juta ke lima plastik bersama beberapa orang. Sebelum ke sana tadi pagi, saya udah membawa perlengkapan sendiri misalnya pembersih tangan, sarung tangan plastik, masker, air minum, dan kamera. Hihihi...kamera ini masuk perlengkapan juga kan ya? Walopun akhirnya jarang saya pake karena sibuk memilah dan menghitung koin.

Saat berada di sana, rasanya hati ini bungah. Terharu melihat kebersamaan semua orang. Terharu melihat keping2 koin yang rasanya setiap keping itu memiliki ceritanya sendiri. Ada yang dibawa pemulung, ada yang dari celengan anak kecil, ada yang dari sisa belanjaan ibu-ibu. Maka tak heran jika segala bentuk koin ada di sini. Keping2 yang tak pernah saya lihat lagi ujudnya bahkan ada di sini. Dari koin 5 rupiah, 25 lama dan baru yg begitu keciiiil, 50 lama dan baru yang ukurannya ga beda jauh dari uang 25, lalu 100-an model lamaaa dan baru, 500 lama dan baru, koin 1000-an, beragam koin dari begitu banyak negara, dan terakhir koin untuk nge-game!

Para relawan juga datang dari berbagai latar belakang. Paling pagi jam 8 ada dua lelaki tua, pensiunan mulai terbungkuk2 memilah koin. Lalu ada 3 perempuan paruh baya dari salah satu panti asuhan di Jakarta Timur. Lalu saya, datang ngaku2 sebagai blogger (hihi...tapi belakangan bocor infonya: ternyata saya jurnalis yang menjadi relawan katanya. Ga jadi deh diwawancara tipi :p). Ada pula anak SD yang bolos les demi ikut neneknya ngitung koin. Lalu ada artis, mba Sita Nursanti (dari grup vokal Rida Sita Dewi, RSD) ikut jadi relawan. Hebat juga lho, dia bertahan dari jam 2-an sampe jam 21.30. Kami duduknya deketan lho, pulangnya juga bersamaan (huh, ngaku2, ga penting banget deh).

Sebelum jam 12 siang, ngitung koin rasanya lamaaa banget. Sekarung itu lama banget milah2nya, juga ngitungnya. Makin siang, makin sore, makin malem, wus wus gitu, tau2 dari 2 juta, trus 7 juta, 14 juta, 22 juta, 36 juta...pas malem saya mau pulang udah 70-an juta dan total koin seluruhnya yang udah terhitung dari posko lain udah lebih 300 juta! Sementara orang2 yang tak hadir di sana, tak ketinggalan menjadi relawan dengan mengirim makanan, minuman, kain, plastik pembungkus, menggratiskan pengiriman paket koin, dan sebagainya. Bagaimana hati saya tak bungah melihat semua itu?

Bayangkan, begitu banyak orang baik di negeri ini, begitu banyak orang yang ikut berharap perbaikan hukum di negeri ini. Misalkan 1 rupiah = 1 orang, maka ada 300 juta orang baik di negeri ini, ada 300 juta orang berharap keadilan di negeri ini. Malu aja pemerintahnya kalo ga menyadari itu!
Kalo besok masih diberi kekuatan, saya ingin ke langsat lagi. :)

4 komentar:

Kerja Keras Adalah Energi Kita mengatakan...

marikita bergerk maju kedepan. . . . . .

Kang Supri mengatakan...

salam dari semarang, hepi blogging : Sejuta Rasa Kuliner Semawis

kana haya mengatakan...

ga nyangka ya bisa terkumpul ratusan juta lebih gitu....

-Fitri Mohan- mengatakan...

salute! hari ini akan ada keputusan untuk ibu prita. semoga berita baik yang akan kita dengar bersama. amien.