Sabtu, 14 Oktober 2006

Munir Bukan Musuh Prajurit

Munir bukan musuh prajurit. Kalo musuh jendral, mungkin iya. Munir aktivis HAM, tapi bukan musuh tentara. Munir punya sumbangsih besar dalam pembuatan UU TNI, tapi dia bukan musuh TNI. Tesis Munir tentang militer bukan berarti dia menjadi seorang yang berbahaya bagi negara.

Di banyak sejarah Munir membantu tentara. Munir paling banyak yang menyelamatkan anggota Kopassus saat disandera oleh GAM. Banyak cara dilakukan Munir. Negosiasi terutama, bahkan pernah dengan barter beras.

Jasa Munir dalam RUU TNI adalah memasukkan pasal mengenai prajurit yang cacat atau meninggal dalam perang, layak mendapatkan kompensasi. Munir pula yang menginginkan pasal 'seorang prajurit TNI yang diperintahkan komandannya dalam bertugas, tidak sesuai batas kewajaran, maka prajurit punya hak menuntut sang komandan'.

Apakah setelah memberikan jamian ekonomi dan hukum bagi tantama, bintara dan perwira pertama lantas Munir harus dihilangkan oleh negara? Lalu, kalau Munir punya banyak dokumen penyimpangan Dephan dan Mabes TNI, apakah nyawanya harus dicabut paksa?

Jadi, jelas, kalo ada yg musuhin Munir, pasti bukan prajurit rendahan. Berarti, yang musuhin Munir gag banyak, karena yang pangkat satu ke atas jauh lebih sedikit daripada tantama, bintara dan perwira pertama.

Lalu, Polly dilepas, mungkinkah ini simbol ketakutan negara (untuk tidak menyebut nama bapak itu)? Hehehe...pantesan ga dapet nobel. Padahal...dia punya wewenang penuh membuka jalan yang menghambat kasus ini. Ah...seperti nungguin babi bisa terbang.

6 komentar:

puput mengatakan...

yang musuhin pak munir cm orang-orang busuk, kan mbak?

-FM- mengatakan...

barusan baca laporan tentang bebasnya si polly. nggak kaget lagi karena udah kuduga sebelumnya.

btw, yat, aku ikut prihatin. harus segera diselesaikan lewat jalan medis. segera ya yat dibawa ke dokter. kudoain kamu cepet sembuh.

yoyok mengatakan...

waiting for Godot, huh ?

w@t-dA-fAk mengatakan...

-fm- said: ....btw, yat, aku ikut prihatin. harus segera diselesaikan lewat jalan medis. segera ya yat dibawa ke dokter. kudoain kamu cepet sembuh.
bener tuh kak, pake medis lho jgn pake klenik...ntar mimpi buruk lagi kek tersenyum dalam lumpur :)

venus mengatakan...

masih soal munir nih? wah berat, non...

eh, mang masih sakit? aduuuh, kamu ini. gw bilang juga apa. yati cuma parno. percaya deh, ama simbok ;)

noertika mengatakan...

iyah....
kasihan Munir..kan pnya hak hidup juga...