Jumat, 10 Maret 2006

detik detik yang tergerus

detik lalu
ingin kutoreh langit dengan namamu
sembari membenahi redup lentera
tapi detik ini
tinta penaku setitik pun tak tersisa
hingga namamu tak jadi kugoreskan di langit sana
seiring padamnya lentera
tak ada lagi lukisan gerimis di telapakku
tak ada lagi kilau senja
bingar
pilu sembilu
tergerus
lebur
tenggelam
kembali sepi
sepasang mata elang telah terbang

* dri...ternyata kita memang tak pernah tahu apa yang terjadi dua detik setelah detik ini

3 komentar:

bazzbeto mengatakan...

bener bgt bu, kita ga akan tau apa yg terjadi setelah detik ini.
jangankan 2 detik setelah detik ini, sepersekian detik setelah kita menghela nafas terakhir kali aja kita ga tau apa masih bisa menghembuskan nafas itu lagi...
orang selalu menulis "menghembuskan nafas yg terakhir", emang orang mati pasti menghembuskan nafas ya? ga bisa mati saat menghela nafas? jadi kita bisa menulis "seiring dengan helaan nafas terakhirnya yg tak sempat dihembuskan kembali..."
hahahahaha.... jgn serius2 bgt nape bacanya??

nitnot mengatakan...

detik selanjutnya kan rahasia tuhan..

tikabanget mengatakan...

hehe.. kalo naek mobil misalnya, kita noleh 2 detik, itu udah cukup buat nabrak mobil depan, trus mobil depan jadi nyerempet sepeda di samping, trus yang naek sepeda itu jatuh trus bikin motor selip, trus motor yang selip jadi nabrak kios buah....

*apaan sih tik?!*