renovasi ruangan buat bikin b*kep?
postingan ini bukan membanding2kan negeri ini dengan negara lain karena gw ga nasionalis atau ga cinta. justru karena gw cinta negeri ini maka gw selalu ngingetin, walopun cara gw kadang2 sangat sinis, sarkatis dan...ya begitulah, sampe orang makin alergi pada blog ngompol, ngomongin politik. coba ya, dari sekian ratus ribu bahkan jutaan blog di negeri ini, berapa sih yang ngomongin soal politik? mungkin karena menye-menye emang lebih asik :p seperti kalo gw menye2 disini.
gw mo ngomongin soal tetangga kita. hebat ya mereka? saat resesi begini, mereka melakukan pemangkasan gaji pejabat. kalopun kenyataannya hanya omong2an di media, setidaknya mereka punya niat itu. tapi gw ragu mereka boong, soalnya, singapura dikenal dengan disiplinnya kan? kalo udah ngomong A, ya harus A. aturan adalah aturan, jangan coba melanggar.
jumlah gaji yang dipotong sekitar 11-19 persen. gaji tahunan PM misalnya akan turun 19 persen menjadi 3,04 juta dollar Singapura (2 juta dollar AS). gaji menteri akan diturunkan 18 persen jadi 1,57 juta dollar Singapura. sedangkan tunjangan anggota dewan turun 16 persen jadi 190.000 dollar Singapura setahun. tuh, yang jumlah pemangkasannya paling banyak tetep yang gaji dan kekuasaannya paling gede.
gaji mereka memang besar, soalnya sistem penggajian di sana berpatokan pada penerimaan setelah pajak dari enam profesi sektor swasta yang bergaji terbesar. gaji presiden AS plus bagi hasil investasi asetnya aja cuma 719.274. lha singapur, 2 jeti, dolar! kata mantan PM Lee Kuan Yew, gaji menteri dan pejabat publik yang rendah telah menghancurkan banyak pemerintahan negara-negara Asia.
mungkin teorinya Lee Kuan Yew emang bener. masalahnya, rakyat tak akan merelakan uang pajaknya dipake sebagai gaji pejabat sementara pejabatnya sendiri ga pernah menunjukkan simpati dan empati pada rakyatnya.
lihat contohnya ke gedung sirkus sana. dengan dana Rp 33 miliar, mereka akan melakukan renovasi ruangan2anya. dana itu terdiri dari renovasi ruangan anggota Rp 9 miliar, perbaikan toilet Rp 157 juta, 10 ruangan baru Rp 10 miliar [hah, coba, satu ruangan Rp 1 miliar???], pekerjaan electrical mechanical Rp 7,7 miliar, sistem pengamanan Rp 2,3 miliar, dan furniture Rp 6,9 miliar.
padahal kondisi lama aja masih bagus. jika dana sebesar itu dibikin puskesmas, pengadaan mobil ambulans, pembangunan sekolah, pengadaan buku2 gratis, rumah sederhana, berapa warga terselamatkan masa depannya? padahal ruangan mewah mereka ternyata hanya digunakan untuk kongkow2, judi, transaksi suap, dan bikin pilm bokep.
proyek renovasi yang sungguh2 ga penting!

