Senin, 02 Juni 2008

FPI Bringas Malah Dibela x-(

Kemarin, saya baru saja membaca ajakan aksi menolak kekerasan dan menyikapi kelompok2 penebar kebencian dalam masyarakat di blog Mas Andreas dan Mbak Nong. Pikirku, sukurlah, masih ada sekelompok orang yang ga ikut gila ngelarang2 orang Ahmadiyah hidup di negeri ini. Kalo aksinya di sini, atau saya lagi di jakarta, pasti saya ikut bergabung.

Lalu beberapa menit setelahnya, saya membaca dan menyaksikan di tivi, tentang pemukulan terhadap mereka yang ikut aksi itu oleh sekelompok orang, FPI katanya. Mereka baru berkumpul, ketika tiba-tiba diserang massa yang membawa tongkat bambu, memukuli kepala, pelipis, tengkuk, punggung dan sebagainya. Mereka tak peduli pada jeritan ibu-ibu yang bahkan menggunakan kursi roda.

Dan polisi, seperti di film2 India, selalu datang belakangan dan tak berbuat apa-apa. Sedemikian berkuasanya FPI sampe polisi pun tak berdaya? Mengapa aksi yang begitu telanjang di depan mata malah dibiarkan? Mengapa tidak ada yang ditangkap? Mengapa perlakuan polisi begitu berbeda saat menangani aksi mahasiswa Unas dan yang lainnya?

Ataukah FPI memang kelompok yang dibentuk pemerintah sebagai anjing penjaga yang setia pada tuan pemberi tulang? Tapi kenapa mereka selalu mengatasnamakan pembela Islam? Padahal sebagai orang Islam, saya tidak merasa perlu dibela oleh sekelompok orang yang selalu bertindak dan memicu terjadinya kekerasan dan menjadi teror bagi manusia lainnya. Saya tidak mengenal mereka.

Katanya ini negara hukum. Tapi yang berlaku hanya hukum rimba. Siapa beringas, dia yang kuat dan dibela. Dan seperti biasa, bapak2 pembesar itu baru mengeluarkan statement saat kondisi udah parah, saat yang jadi korban juga pembesar. Tapi saat orang kecil yang jadi korban kekerasan FPI, mereka tak bergeming. Korban seolah tak ada harganya.

Mereka semakin meyakinkan saya bahwa FPI memang dibentuk sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk melegalkan tindak kekerasan di bumi Indonesia ini. Terlebih saat polisi mengatakan, mereka tidak ditangkap karena polisi tidak ingin memperkeruh suasana. Lho? Saat menyerang kampus Unas mereka malah bilang: siapa yang bisa melarang polisi masuk kampus? Hah, pembelaan sesama a****g!
Eh, atau pengalihan isu BBM??? Cara intelejen yang terlalu norak dan kasar!

*gambar Munarman lagi nyekik orang diambil tanpa izin dari blog Momon

17 komentar:

sluman slumun slamet mengatakan...

mau dijadikan angkatan kelima eh salah empat
:D

venus mengatakan...

ini memang negeri dagelan, negerinya orang2 goblok. percaya gak?

ga tahan mau gak komen.

tyas mengatakan...

muak
marah
geram
dan ga tau mo ngomong apa lagi liat kelakuan FPI.

diditjogja mengatakan...

bubarken...

iman brotoseno mengatakan...

lho itu khan warisan Pam Swakarsa..melebur jadi FPI..ya siapa dulu majikannya, kalau bukan intel dan aparat

pudakonline mengatakan...

Pengalihan BBM

sepertinya menjadi senjata ampuh, karena kita acapkali lupa

alex mengatakan...

Iya... ya....

*lirik komen Mas Iman*

Saya kok sempat lupa itu sama Pam Swakarsa? :|

Sayed Mahdi mengatakan...

Salam kenal Yati. Ini Blog yang menarik dan berani. Menurut saya (bukan menurut Islam, hehehe..), FPI tidak perlu dibubarkan. Begitu juga dengan Ahmadiyah. Tidak perlu dilarang, dan tak semestinya
dibubarkan. Kalau kita menuntut pembubaran FPI, dan pemerintah membubarkan FPI, Apa bedanya kita dan pemerintah sekarang dengan Orde Baru yang mengharamkan Partai Komunis Indonesia dan Orde Lama yang menyegel Masyumi? Kalau mereka melakukan tindak pidana, cukup tangkap orang-orangnya dan ajukan ke pengadilan. Memberangus FPI akan kembali membuka jalan bagi pemerintah untuk menutup kebebasan berserikat. Mungkin inilah harga yang harus kita bayar dalam proses transisi menuju demokratisasi. Ada saja para pembonceng gelap yang hendak menghancurkan demokrasi, seprti FPI, HTI, MMI dan kelompok-kelompok fasis lain, berjubah agama atau pun tidak.

Baiknya kita juga tidak mengadili paham atau pikiran. Apakah paham itu masih di kepala yang berpaham, atau sudah tertulis di blog atau pun di buku dan koran. Untuk inilah saya juga tidak setuju pembakaran buku, atau pun hujatan untuk Salman Rushdie, atau juga tuntutan dan ancaman untuk Ulil Abshar Abdalla. Begitu juga dengan khotbah-khotbah provokatif Abu Bakar Ba'asyir. Tidak perlu dia dilarang, karena semakin dilarang malah semakin banyak yang meyakini. Dan menjadi semakin seksi. Seperti buku-buku Pramudya yang dilarang di masa ORBA, malah laris manis. Begitu gak dilarang, jadi biasa lagi.

Raisa mengatakan...

yah, itu syukur media enggak memihak ke FPI.
Di Aceh yang isu 'Islam' sangat rentan, FPI dibela habis- habisan sama media yang subyektif.

Gagah Putera Arifianto mengatakan...

Jelas banget mbak, pengalihan isu dari BBM ke Ahmadiyah.

Kalo gua liat sih FPI nih bonekanya BIN.

MAY'S mengatakan...

saya rindu dongeng kejayaan majapahit dulu

imadawwas mengatakan...

ada beberapa yang saya setuju dengan pernyataan dari sayed mahdi, memang seperti inilah dunia ini, bukannya pasrah tapi mencoba untuk memposisikan diri kita pada posisi orang lain. kita bisa saja mengatakan orang2 FPI itu sok suci karena menegakkan apa yg mereka pahami, dan mengatakan apakah mereka lebih baik dari orang2 Ahmadiyah. tapi kita bisa juga berfikir sebaliknya jika kita subyektif dan mengamini pemahaman FPI tersebut.
yah seperti kita ini punya pemahaman sendiri diluar paham FPI dan Ahmadiyah. karena kita tidak mempelajari pemahaman mereka dan apa yang kita kemukakan blum tentu benar ataupun berarti salah. sepertinya kalau menonton dan membaca berita2 ini, saya semakin bingung harus berkomentar seperti apa.

kisuta01 mengatakan...

terima kasih atas kesempatannya,
terus terang saya sendiri sangat setuju dengan ceramahnya Abu Bakar Baasyir,karena saya sebagai umat islam sangat meyakini bahwa Al,quran dan Al,hadist sumber yang hak dan pasti,apa bila ada makluk yang coba - coba mengurangi,menambah,isi kandungannya tentu akan berdampak bagi umat islam,,,,maka seandainya saya yang jadi presiden tidak hanya di gantung,,,,setelah di gantung terus diMUTILASI untuk makanan ANJING.selama ini banyak aliran contoh :aliran kepercayaan,adat tradisi,ada buda,kristen,hindu,apakah orang islam ribut anda pernah denger.... karena orang islam
tau bahwa ini keragaman bangsa indonesia yang menganut bineka tunggal ika berbeda - beda,tapi untuk yang satu ini,masalah akidah mas tolong dipahami kami harus melaksanakan amal makruf nahi munkar......maturnuwun.

Anonim mengatakan...

FPI AnjiNG cUKi

shavaat mengatakan...

Masalah FPI mesti dilihat akar permasalahannya. Bagaimana sih masalah sebenarnya?
Klo dilihat media massa, banyak sekali yang memojokkan FPI, makanya ada pembelaaan juga di sana-sini.
Kalau saya pribadi, saya ga setuju aksi kekerasan FPI. Tindakannya memerahkan wajah muslim umumnya. Yang melakukan anarkhis ya harus dihukum seadil2nya. Hukum harus ditegakkan. Pelakunya harus dihukum seadil2nya. Pemerintah ga boleh lemah.
Juga pemerintah harus berlaku adil, kenapa sampai kedua kelompok (FPi dan Aliansi kebebebasan beragama) bisa bertemu hingga bentrok? (padahal polisi telah mengatur ijin demonstrasi keduanya, tempatnya pun berbeda). Siapa yang menyalahi ijin? Siapa yang memprovokasi? Apakah perempuan dan anak2 dijadikan tameng? Lalu siapa yang membawa pistol?
Saya pribadi tidak setuju dengan Ahmadiyah. Aliran ini bukan masalah kebebasan keyakinan, namun sudah penghinaan agama. Islam dapat diumpamakan sebagai organisasi, kalau ada yang melenceng di dalamnya, ya harus diluruskan biar sejalan. Kalau tidak, silakan membentuk organisasi sendiri. Jangan bawa2 bendera Islam.

Termasuk juga Salman Rushdie; jujur, saya benci sama kelakuannya. Dia telah menghina Muhammad, manusia yang saya kagumi, juga miliaran muslim lainnya. Saya marah kalau Muhammad dihina. Air mata saya menetes saat mendengar Rasulullah dihina. Sungguh.
Inilah yang harus dimengerti.

Kita harus saling mengerti. Kebenaran itu memang tiap orang berbeda. Oleh karena itu, mestilah menghargai keyakinan yang dipegang orang lain. Saya meyakini Islam karena saya menganggap Islam yang benar. Silakan kawan2 beranggapan bahwa agama lain, atau ideologi lain yang benar. Itu sah-sah saja. Selayaknya kita memilih jawaban pilihan berganda dalam ujian nasional, kita harus memilih sesuai yang kita yakin benar. Bukan untung2an. Dan perbedaan pilihan itu bukan alasan untuk saling gontok2an. Tuhan-lah yang menilainya... Damai, Kawan...

NB: ralat sedikit, yang dicekik dalam foto itu bukan anggota Aliansi. Tapi anak buah Munarman sendiri, karena telah berbuat anarkhis

UnFPI mengatakan...

Udahlah biarin ajah tuh FPI, yang penting pake cara DARK JUSTICE atau PETRUS ajah, langsung tembak mati diam2 ketua FPI dan orang2 high-profile di FPI, pasti deh FPI abis pelan2 :) Gitu ajah kok repot :) Pembuat anarkis perlu dibasmi dengan cara yang smart and silent mode :)

Jasa SEO mengatakan...

blog walking