Rabu, 24 Oktober 2007

Setelah 3 tahun, sepulang dari Kediri

Postingan yang agak terlambat. Harusnya diposting hari Sabtu lalu, tepat tiga tahun pemerintahan SBY-JK. Tapi gw masih dalam masa2 males nulis, makanya baru sekarang kesampean, setelah dipaksa2 untuk ga bermalas2an. Caranya, dengan berpikir, "Masa sih gw ga nyela2 ulang tahun ketiga mereka? Apa yang udah mereka lalukan selama tiga tahun ini? Sudahkah janji2 mereka di kampanye pilpres lalu, terujud?" Maka menulislah saya hari ini :p

Hmmm...sepertinya raport masih merah. Tahun pertama dan kedua, lalu ketiga, dipenuhi dengan bencana alam dan musibah transportasi dan diwarnai korupsi bantuan korban. Oke, bencana memang terjadi bukan karena dia jadi presiden. Tapi banyak bencana yang bisa dicegah dengan dengan satu sikap tegas untuk menindak para perusak lingkungan, menjalankan aturan dengan benar, tidak meloloskan izin bagi perusak hanya karena mereka punya banyak uang.

Penanganan korban, rasanya sudah cukup baik karena kemampuannya emang cuma segitu. Kecuali pada kasus lumpur Lapindo itu. Haduh, selalu, darah gw naek ke ubun-ubun kalo udah soal Lapindo. Itu salah satu cacat terbesar SBY-JK. Karena terlalu sayang sama (duit) Ichal. Padahal jelas2, perusahaannya menyengsarakan banyak orang, menghilangkan sumber hidup mereka. Tapi Ichal juga ga diapa2in sampe sekarang, padahal perusahaannya juga ga membayar ganti rugi kerusakan yang udah dibikinnya di sana. Jadilah warga Porong dua kali puasa dan lebaran di pengungsian (nyaingin bang toyib). Masih pantaskah pemerintahan ini dikatakan punya hati?

Memasuki tahun ketiga, di tengah merebaknya kasus korupsi kelas kakap diselingi musibah dan bencana, mereka udah mulai sibuk menyiapkan pemilihan presiden tahun 2009. Lalu kapan waktu untuk rakyat? Ga cuma mereka berdua, menteri2nya juga ikut2an. Memanfaatkan jabatan untuk mencari popularitas, agar bisa ngetop di tahun 2009. Syukur2 terpilih jadi anggota sirkus, bisa jalan2 ke luar negeri, minta kenaikan tunjangan, dapet pensiun, hanya dengan masa kerja 5 tahun yang diisi dengan duduk diem dan berkelahi.

Kasus HAM dan korupsi kelas kakap, masih gitu2 aja. Soeharto, Munir, korban 65, kasus BLBI, apanya yang berubah? Kinerja birokrat dan anggota sirkus, masih nol, ga ikut direformasi sehingga mereka bener2 jadi raja di tiap daerah, departemen, bahkan hingga ke divisi masing2. Anggota sirkus kerjanya cuma bertengkar, gonta ganti parpol yang ga jelas kerjanya apa. Dan...huh, ketika terjadi pergantian beberapa menteri, Abrizal Bakrie tetep aman di tempatnya.

Oh ya, ada satu perubahan yang cukup meningkat yang dilakukan SBY-JK. Yaitu pelantikan tim ini dan tim itu, dewan ini dan dewan itu. Tapi belum satu pun yang kelihatan hasilnya. Tim Lapindo? Huh, masih kalah sama kekuatan uangnya Ical. Dewan Pertimbangan? Aaahhh...gajinya doang yang gede, tapi belum ada satupun pertimbangan yang diberikan ke bapak presiden yang terhormat yang mendatangkan keuntungan bagi rakyat. Jadi, apalagi yang bisa diharapkan dari pemerintahan ini? Eh, hari ini konon Pak Presiden mau ke Kediri. Katanya di sana serem lho! Siapapun presiden yang ke Kediri, pasti lengser! Upsss...! Mari kita lihat, apa yang terjadi setelah tiga tahun, sepulang dari Kediri.

5 komentar:

Anang mengatakan...

lengser ya?kita tunggu aja mitos ini benar pa ga.

mata mengatakan...

ada mitos yang beginian juga ya jeung... soal kediri itu ternyata kota angker

sachroel mengatakan...

mmmm pemerintahan sekarang memang belum sempurna, masih banyak masalah yg perlu dibenahi.....

tapi menurut saya pemerintahan sekarang ini adalah yg terbaik dari yg pernah ada. (hanya pendapat pribadi)

Puput mengatakan...

perjuangan melawan kekuasaan adalah perjuangan ingatan melawan lupa, kalau baca blog ini bikin isakit atiiii terus sama kekuasaan, huh..
liat deh abis dr kediri..hehhee

nelayan mengatakan...

lha, 3 taon ini lu ngapain, yat?

:ngacir: