Senin, 14 Mei 2007

Aksi Kakek dan Mensos

Namanya Sukardi, usianya 80 tahun. Dia adalah warga Desa Renokenongo, salah satu dari ribuan warga korban lumpur panas Lapindo Brengsek, eh, brantas aja! Demi solidaritas, lelaki renta itu ikut aksi mogok makan. Setelah tiga hari, dia ambruk karena ngedrop.

Semula, warga yang ikut mogok makan jumlahnya 200-an orang. Perlahan-lahan mereka berguguran satu per satu, termasuk si kakek 80 tahun itu. Saat siuman dari pingsannya, Sukardi masih menolak disuapi warga lainnya. Dia tetep keukeuh ikut aksi. Setelah dibujuk, akhirnya Sukardi nurut, alasannya karena faktor usia.

Selain mogok makan, warga yang ikut aksi ini juga merantai kaki mereka lalu digembok. Mereka menuntut uang makan diberikan dalam bentuk uang tunai saja, bukan dalam bentuk nasi bungkus. Soalnya selama ini, nasi bungkus yang mereka dapat, kadang tidak mengandung gizi, bahkan nasinya basi!

Tapi apa jawaban Menteri Sosial? Katanya, tuntutan warga ga akan dipenuhi karena bakal merepotkan pemerintah daerah sendiri. Katanya, kalo dikasih uang dan mereka masak sendiri, pemerintah daerah khawatir akan terjadi kebakaran. Apalagi disana daerah pasar. Mensos cuma pesen sama orang did apur umum agar jatah makan Rp 15 ribu, jangan ada kesan itu dikorupsi.

Apa rasanya ga pengen meledak mendengar itu? Awalnya saya sebel dengan aksi kakek2 itu. Duh, udah tua kok nekad ikut mogok makan. Apa ga nyusahin sesama warga dan anak cucunya? Atau mungkin si kakek mikir, udahlah, lewat juga gpp, udah tua ini, daripada berlama2 melihat kebobrokan negeri! Tapi mendengar jawaban Mensos, rasanya...uugghhh! Masih pantes ga sih ada Mensos di negara ini? Masih pantes jugakah ada Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat?

16 komentar:

toga mengatakan...

maklumlah, bu... seniornya kan tutut...

mata mengatakan...

bener bener deh...
katanya ada yang dirantai segala... mbok ya dibikinin rumah susun atau apa gitu ya... malah buat rencana study banding, beli laptop atau entah besok rencananya apa lagi R%^$%^&%(O

Anang mengatakan...

bener-bener keterlaluan!!

pitik mengatakan...

bener ga ada otaknya memang!!!

danudoank mengatakan...

tuntutan warga ga akan dipenuhi karena bakal merepotkan pemerintah daerah sendiri. Katanya, kalo dikasih uang dan mereka masak sendiri, pemerintah daerah khawatir akan terjadi kebakaran.kalo kebakaran kan tinggal disiram lumpur beres toh, halah, pak bapak, piye toh masak iyah mereka mau mbakar-bakaran. lucu.

uwie mengatakan...

jangan ada kesan dikorup = basi juga nda apa-apa yang penting tadinya senilai 15rb.

Mana pernah pemerintah bisa peduli pada aspek "manusia" dan bukan aspek "sistem"?

Politik (pemerintah) Indonesia = basa-basi yang basi.

Kana Haya mengatakan...

15ribu itu jatah satu hari??? 3 kali makan??? ckckck.... dia kalo makan DIBAYARIN mlulu siy!! jadi ga tau harga makanan sekarang itu berapa!

venus mengatakan...

kampret!!!

Co-That mengatakan...

aku gak pernah komentar apa2 kalo udah ngomongin petinggi2 bangsa ini!!!!

walahwalah mengatakan...

namanya juga Pemerintah Republik Indonesia...!
Republiknya sih gak papa, tapi pemerintahnya itu lho...????

langit mengatakan...

*ngelus dada*

trie mengatakan...

duh..non, aku yo tau ttg ini, trus udah kepikir mo buat versi dongengnya... tapi idenya blom lancar kluar scr otak ini msh buntu *soalnya gak berani se "vulgar" situ, menjura saya padamu, non... keep moving ya*

anakperi mengatakan...

tak ewangi misuh, yu....
woo... diurek-urek coro!!

ariwwok! mengatakan...

aneh..
kalau hati sudah buta buat apa hidup..

*eh tapi kenapa kita hanya komentar terus ya? udah capek nigh ngomongnya.. bergerak yuks non..

Moes Jum mengatakan...

gak malu yaa sama mbah2 ... kayaknya mending mentrinya disantet aja gimana?

Ipang mengatakan...

Ga usah kaget lah, perasaan dah biasa kalleee kl pejabat2 di ndonesia tuh kagak bener....
"U/ The Lobsters...Tetap Semangat!!!"
Salam dr AREMANIA....