Senin, 05 Maret 2007

Sinetron, Arisan dan Ketua Adat

Belang2 pada tubuh yang seolah mulus tanpa cacat suatu hari pasti tersingkap. Kearoganan karena berilmu tinggi, suatu saat pasti menuai hasil. Begitulah pesan moral sinetron yang dilakonkan bapak menteri yang pinter, penantang duel ketua KPK yang kini telah didamaikan secara adat oleh Ketua Adat.

Ini bukan sinteron yang baik buat anak2, seharusnya postingan gw berlabel BO (Bimbingan Orangutan). Karena, sepertinya sinetron ini mengandung unsur balas dendam. Setelah aksi lapor melaporkan dan periksa memeriksa antara KPK dan Yusril lalu bersalaman di depan ketua adat, kini KPK mengendus kepintaran Yusril yang lain.

Ketika bapak yang pinter itu menjabat Menhukham, kantor pengacara miliknya, ternyata juga ngurusin duit2nya Tommy yang ratusan miliar di Inggris itu. Tapi kasus itu emang baru rame skarang setelah mulai disidangkan. Tapi yang bikin bingung, jumlah duitnya nambah terus. Perhatiin aja di postingan gw sebelum2nya, jumlah duitnya ga pernah sama.

Tapi sumbernya sih, keknya sama dan bisa ditebak. Dari hasil menipu petani cengkeh, --jadi inget bapak dan kebun cengkeh kami-- kasus GORO, --kalo ini, ingetnya si belut Nurdin Halid-- kasus mobil Timor --sepertinya dananya diambil dari Yayasan Supersemar, (Membidik Soeharto, Lalu Mati) yang seharusnya buat beasiswa anak2 Indonesia-- dan masih banyak lagi.

Ternyata, sebelum kasus ini diributkan, udah pernah ada pencairan dana (keknya Rp 90 miliar) duit Tommy yang diurusin sama kantor pengacara Ihza and Ihza itu. Padahal, yang jadi masalah sekarang, duit itu ga boleh dicairkan karena bank di Inggris sana curiga duit2 Tommy itu hasil korupsi. Kalo ga ada keterangan dari Pemerintah RI, duit itu ga bisa cair. Trus napa ada Rp 90 miliar itu?

Yup, itulah hebatnya pejabat negeri ini kalo udah urusan duit. Sulap sana sulap sini, suap sana suap sini, lempar sana lempar sini, aman! Yang bikin aturan ya mereka, yang melanggar ya mereka juga. Penjara? Nanti dulu. Banyak pasal yang bisa dipake buat berkelit. Masih banyak kambing hitam lagi merumput. Kalo saja kambing2 ngerti bahasa manusia, gw pengen ngajak mereka demo menuntut nama baik mereka dibersihkan. Selalu aja mereka jadi kambing hitam, padahal ada juga yang putih.

Sekjen Dephukham udah ditahan KPK (tapi langsung sakit). Sebelum2nya, kasus2 di departemen biasanya emang diawali dengan ditahannya Pimpro, trus Sekjen, trus abis itu menterinya. Contohnya mantan Menag Said Agil, trus Pak Rokhmin Dahuri (duh, nasibmu Pak). Tapi gw lom yakin, Yusril bakal mencicipi penjara. Belut sih, licin dan...arogan! Mmmm...tapi kalo misalnya dia bisa dijebloskan juga, semoga jadi berjenjang sampe atas banget, sampe ketua adat. Kan ketua adat yang ngasih izin PL. Ketua adat juga pasti tau banget soal kasus penculikan aktivis....!

Selain heboh duit Tommy, konon, BPK juga nemuin 1.303 rekening gelap di beberapa departemen. Nilai duitnya sekitar Rp 8,5 triliun, gila! Rekening giro ada 680 (nilainya Rp 7,2 triliun) dan 623 rekening deposito (nilainya 1,3 triliun). Departemen yang paling banyak rekening gelapnya, ini nih, Dephan 96 rekenening (duh, padahal rumah2 pensiunan tentara dimana2 digusur tuh oleh para jenderal), Depkes 49 (wadoh, jadi inget showroom mobil mewah Bu Menteri), Dephukham 36 (tuh kaaan?), Dephut 34 (wayooo, maen kayu ya?), Deplu 23 (tip jadi guide anggota sirkus kali ya), Depnaker 13 (awas muntah belatung abis makan duit buruh) dan masih banyak lagi yang laen.
Ternyata negeri ini bener2 kaya ya? Ada triliunan yang diumpetin dan korban longsor Manggarai belum dapet bantuan? Kini, Sumbar juga???

*) bencana datang beruntun seperti arisan. kecewa mendera tapi kita tinggal menunggu giliran.

7 komentar:

Anang mengatakan...

kok kosong? mana artikelnya

Nananging Jagad mengatakan...

Ternyate sinetron laga dan ketua adat tak mau ditulis di blog....pada ngumpet.

wier mengatakan...

lho iyo kok kosong mlompong?

diditjogja mengatakan...

kapan disiarin? jamnya dooonkkk....
heh? kapan di depan layar? jangan depan layar kompie n laptop doank doonk...
xixixixi

venus mengatakan...

betul, kita ini bangsa yg kaya raya. malingnya yg kaya raya :D

arifkurniawan mengatakan...

Hehehe, lagi-lagi si Uda Tompel. Kadang saya malu juga, pernah jadi muridnya dulu.

BTW, Gosip terpanas mengenai Uda Tompel. Minggu lalu seorang atase pertahanan RI di sebuah negeri yang jauh cerita-cerita gosip. Bahwa ia ketemu Uda Tompel di sebuah lokalisasi kelas atas di London. Trus ia panggil sambil teriak "Boss... Apakabar?!!".
Uda Tompel malu berat. Mukanya ditutupin wintercoat. Tapi serapat-rapatnya tuh wintercoat, tetap saja tidak bisa menyembunyikan tahi lalat segede tompel di mukanya.

Aniwey, ini gosip. Kebenarannya meragukan. Lagian, ngapain juga si atase pertahanan RI ada di sebuah lokalisasi yang pelacurnya bertarif 1500 poundsterling perjam?

Anak buah.. ama bossnya.. sama saja!

Kana Haya mengatakan...

sinetron? *garuk2* arisan? sapa yang menang *seumangat minta ditraktir*

oooo... ngomongin si bapak belut tho.. ga jadi deh mo minta traktirnya! duit haram sih! minta traktir jeng yati aja gimana? :p