Rabu, 18 Oktober 2006

Depag dan Pencuri Rokok

Sebenernya ini berita lama. Tapi baru diomongin lagi ma orang KPK kemaren. Mereka bilang, Depag adalah lembaga terkorup di Indonesia. Sialnya lagi, dana yang dikorupsi adalah dana penyelenggaraan ibadah haji.

Hmm…padahal ya…biasanya yang duduk di Depag sana adalah orang2 yang paham soal agama. Paham bahwa memakan hak orang lain itu ga boleh. Menilep hasil keringat orang lain itu dosa.

Nah kalo dah tau lembaga ini banyak nilepnya, napa ga ditiadakan saja? Itung2 penghematan dan penyehatan keuangan negara. Juga buat melindungi jemaah haji dari penipuan yang mengatasnamakan pengaturan urusan ibadah (perintah Allah).

Bukannya tugas ulama ato pemuka agama adalah menyampaikan hal2 kek gini di masjid (dan gw yakin di gereja dan di tempat ibadah mana pun)? Selama ini pemuka agama kebanyakan ngomong soal surga neraka dan hal-hal di atas langit, bukan yang membumi seperti korupsi dan akibatnya pada kehidupan sehari-hari.

Padahal di depan mata, anak usia 15 tahun nyolong rokok buat dijual lagi supaya bisa makan hari ini, mukanya ancur digebukin rame2. Padahal demi makan hari ini doang. Kemaren dan besok lom tentu dia makan. Coba kalo duit pajaklah, hajilah, retribusi apalah ga ditilep, berapa manusia yang bisa diberi makan (kalo distribusi zakatnya juga bener). Mereka dah nilep miliar2 banyaknya...masih aja dibela sampe bebas. Napa ga dibubarin aja semua lembaga yang ada, pake aja hukum rimba skalian.

5 komentar:

toga mengatakan...

mudah-mudahan hari perhitungan itu beneran ada. kalo nggak, sial betul kita yang pernah merasakan kehidupan yang ngga adil banget ini...

tp keknya emg ngga ada tuh...

yoyok mengatakan...

Long live the Anarchy !

:p

danudoank mengatakan...

nyolongnya bukan di depag sih, eh, jangan2 malah didepak beneran yaks... bukannya dah dr dulu dept satu itu emang penuh gituan?

Anonim mengatakan...

mbakyu, itu sih berita gak seimbang. banyak departemen atau lembaga lain lebih sadis (kualitas dan kuantitas korupsinya), cuma mereka ini kurang pintar (atau kalah berpengalaman), nggak ngasih sawer ke tukang periksa atau media massa.

Logika cetek aja, emang rata2 lebih kaya mana pegawai departemen agama daripada pegawai pemda? polisi? kantor pajak? atau dpr/dprd?

tapi yg namanya korupsi tetep aja korupsi, apalagi namanya departemen agama ya.. tambah lagi uang urusan haji lagi.... *geleng-geleng*. kelewatan memang.

- bukan org depag -

herda mengatakan...

terdengarnya ada korban zakat sebanyak 21 orang seharusnya membuat pak presiden ataupun pengede lainnya menyadari bahwasannya rakyat kita Indonesia kini telah menjadi masyarakat pengemis. demi mengemis rela berkorban jiwa, apakah mengemis itu bisa disamakan dengan perjuangan para pahlawan tempo dulu?