Tampilkan postingan dengan label Awas diMUNIRkan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Awas diMUNIRkan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2007

Bersiaplah, Warga Sipil Wajib Militer

Hmm...ada setan baru nih, namanya RUU Komponen Cadangan. Setan baru itu, menurut yang gw baca barusan di antara, katanya warga negara sipil wajib ikut pendidikan militer untuk memperkuat TNI.

Hohoho....seharusnya mereka yang menjaga kita, sekarang kita yang harus bantuin mereka. Selama ini, begitu banyak kasus salah tembak, atau sengaja tembak (karena emosi). Bukan di medan perang, tapi di tengah orang2 biasa yang tak tau apa2. Sekarang kita harus ikut memperkuat mereka? Apakah memperkuat berarti ikut membantu menghilangkan senjata2? Ikut membantu menembaki warga tak bersalah?

Atau, jangan-jangan, maksudnya adalah membantu memasok arsenik, mencetak Polycaprus- Polycaprus baru yang akan ditugaskan di pesawat2 agar Munir-Munir baru tak pernah ada lagi?

Konflik di Poso, Ambon, Aceh, Papua, Timtim, sapa yang melakukan? Ketika mereka seharusnya berjaga di perbatasan agar negeri ini tetap aman, wilayah negeri ini tetap utuh dan tak harus kehilangan Timtim, Sipadan, Ligitan, mereka malah sibuk berkonflik, saling menembaki sesama aparat, dan menembaki orang2 yang seharusnya mereka jaga.

Lalu kenapa harus mendidik orang2 sipil padahal mereka sendiri belum cukup terdidik? Jangankan terdidik dalam mengelola emosinya, pendidikan dasar tembak menembak aja keknya ga lulus. Gw jadi inget postingan tentang Aswin anak yang kena peluru nyasar. Bukannya akan makin repot kalo melibatkan orang2 sipil lagi? Apa ga sebaiknya duit untuk pelatihan atawa militerisasi sipil dipake aja buat kebutuhan lain? Apa sih yang ada di otak para jenderal?

Sekedar peringatan...., berhati-hatilah Anda di mana pun. Tak ada pesawat yang benar2 aman. Jika tak meninggal bersamaan, mungkin hanya salah satu dari sekian banyak penumpang. Berhati-hatilah kapan pun. Karena, peluru memang tak punya mata Dan pemegang senjata itu, sudah lama tak punya hati!



*) Titip rindu buat Ochan, kawan, berhati-hatilah!