Kemaren banyak yang geram (gemas, marah, apalah...liat ndiri di kamus artinya), makanya gw namain postingan ini geram berjamaah. Pertama, Kapolri Jenderal Pol Sutanto mengaku geram dengan keluar masuknya pemasok jaringan narkoba internasional ke Indonesia. Kapolri menuding dunia hukum Indonesia menjadi biang kerok atas merajelelanya aksi jaringan ini.
"Saya minta tolong, jangan dimainkan. Ada vonis yang tiga tahun, ada 20 tahun. Vonislah yang berat," katanya. Hohoho....sadarkah bapak satu ini kalo dirinya termasuk penegak hukum? Sadarkah bapak ini bahwa anak buahnya banyak yang ikut bermain? Sadarkah bapak satu ini bahwa, KONON, salah satu kasus bunuh diri (atau dibunuh?) di daerah Kalimantan akhirnya tidak tersentuh hukum karena terkait salah satu anggota keluarganya???
Geram kedua, datangnya dari Menko Kesra Aburizal Bakrie. Dia geram karena Word Bank cuma janji-janji mo ngasih dana penanganan flu burung sebesar 900 juta dolar US tapi sampe hari ini yang dicairkan cuma 500 miliar rupiah dan cuma diberikan untuk bantuan teknis dan menggaji orang-orang yang kata Bakrie cuma suka ngomong, bukan kerja.
Gini tanya jawabnya ma wartawan....
Wartawan : Mereka menilai budget penanganan flu burung terus meningkat, tapi pemerintah belum berhasil. Malah kasus belum juga berkurang?
Bakrie : Bilang begini, put your money where your mouth. Masukan kata-kata itu. Jadi taruh duitnya dimulut kamu.
Wartawan : Mereka juga bilang pemerintah belum optimal?
Bakrie : Bilang itu put your money where your mouth.
Hohoho...bapak ini baru tau rasanya dijanji2. Mereka yang korban gempa, korban lumpur panas, korban bencana, juga geram banget dijanji-janji Pak Menteri! Gw juga mau ngomong gini....Put Your Lumpur Panas Where Your Mouth Bapak Menteri! Pasti bapak menteri ga pernah membayangkan gimana para pengungsi ntar puasa dan lebaran tenda2 pengungsian kan???
Geram ketiga, ya gw-lah....ga liat apa, dari tadi gw geram banget nulisnya!
Apalagi pas denger soal peluncurkan buku "Beribu Alasan Mencintai Pak Harto". Yaelah! Mungkin pengen nyaingi buku "Soeharto Sehat" hasil penelitian George Junus Aditjondro dan tulisan2 orang2 anti orba kali ya...! Atau...buat kado bebasnya Tommy Soehato dari penjara 1 September besok??? Apapun alasannya, gw cuma mo bilang, najiiissssssssssss!!!!!
Gw heran, yang nulis buku itu salah satunya anak buahnya Amien Rais di partai. Padahal Amien Rais orang nomor satu yang ga suka aSoeharto. Yaaa....berbeda pendapat memang ga ada salahnya. Atau mungkin, partai yang disinetronkan itu emang udah berubah kiblat kali ya? Kek cerita di sinetron najis itu???
Duh...geram itu menguras tenaga ya? Capek sayah....!
Rabu, 30 Agustus 2006
Put ur LUMPUR PANAS where ur mouth
Selasa, 29 Agustus 2006
Karaoke dan Show Room Menkes
Tadi siang temen gw cerita. Katanya ada sesuatu yang berbeda usai rapat paripurna DPR RI. Jika selama ini anggota dewan yang terhormat itu langsung ninggalin ruangan abis sidang, tadi siang mereka karaokean di ruang sidang. Ada Agung Laksono, Bursa Zarnubi, Angelina Sondakh, Komar, dan Aji Massaid yang senyum malu2 tapi mau.
Sambil makan siang di ruangan yang sama, kata temen gw lagi, Boy M Soul ngomong gini: Jadilah selebriti di DPR juga jangan hanya di luar DPR. Maka karaokean barenglah mereka. Seolah lupa segala keribetan negeri ini. Maklumlah, getaran gempa di Jogja dan Maluku siang itu tak terasa di sana. Aroma busuk dan lumpur panas juga demikian jauh. Atau, mungkin mereka mati rasa. Atau, sesekali refleshing, mungkin memang ga ada salahnya. (maksudnya sesekali di siang hari soalnya malem2 mereka refleshing terus).
Dua hari lalu, cerita temen milis gw lebih seru. Sabtu (26/8) lalu, bu Menkes mantu. Pestanya megah. Ada jembatan es yang menghubungkan 1 ruangan ma ruangan lain senilai Rp 250 juta di Hotel Dharmawangsa. Bu Menkes menikahkan putranya, Jody Imam Prasodjo yang lulusan universitas swasta termahal di Indonesia itu, dengan gadis bernama Ayu Harsuci. Putra? Ya betul, putra, bukan putri!
Sebelumnya, keluarga Menkes sudah pesan tempat di Balai Kartini, tapi di sana ga bisa dibangun jembatan es, makanya pesanan dibatalkan. Asal tau aja, dalam sejarah perkabinetan sejak masa Orba, baru satu menteri yang tercatat make Ballroom Hotel Dharmawangsa yaitu mantan Mentamben Ginandjar Kartasasmita.
Tapi, kata temen gw lagi, biaya pesta ini ga semahal pesta ulang tahun Sultan Brunei Hasanal Bolkiah, cuma menghabiskan duit sekitar Rp 15 miliar saja. Sebulan sebelumnya, panitia udah nyebar 4.000 undangan mewah, termasuk ngundang pres n wapres, plus semua menteri. Tidak lupa, dinas2 di daerah, walikota, bupati, udah pasti berduyun2 datang nyetor muka plus upeti. Padahal dari perusahaan2 farmasi, udah pasti sumbangannya bisa miliar2...!
Yang pasti, pesta mewah itu bisa bikin lupa pada negeri yang utangnya buanyak ini. Apalagi kalo cuma kabar soal virus flu burung, lumpur panas Lapindo, jeritan korban gempa, tsunami, banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan balita kurang gizi, serta perut lapar kaum papa. Ah...jeritan mereka tak lebih nyata dari dengung lalat. I don't care-lah yaw!
Dalam wawancara imajiner temen milis gw itu, ada beberapa info penting tentang Bu Menkes. Konon katanya, keluarga Sutrisno Bachir dan kerabat Jusuf Kalla menguasai 'bisnis' Depkes. Konon lagi, abis jadi menteri, ibu satu ini bakal buka show room mobil. Soalnya, baru setahun menjabat, Bu Menkes udah bisa mengoleksi 9 mobil mewah. Kalau lima tahun menjabat kan artinya bisa ngumpulin 50-an mobil. Artinya itu sudah bisa jadi modal untuk buka show room mobil mewah.
Ah, semoga aja cuma cerita2an yak....
Minggu, 27 Agustus 2006
Dian, Siti, dan Bakrie
Ini postingan yang ga biasa..., gw mo ngomongin artis. Gw ga ikut pro kontra mengharamkan acara gosip2 di tipi walaupun gw juga eneg ma berita2 seleb kacangan pencari sensasi itu. Tapi ada yang membekas di otak gw setelah perbincangan dengan seseorang, tentang dua seleb yang punya fans bejibun.
Kenal Dian Sastro? Hmm, semua ngacungin tangan! Udah pasti! Pas denger dia putus ma Abi, gw langsung bilang, bagus! Setuju gw. Hehehe...hampir semua juga bilang setuju kan? Ets, dilarang protes! Simpen aja buat nanti diskusinya!
Sayang aja gitu kalo pacarannya ma Abi. menurut gw lho ya...! Bagusan juga kalo Dian jadian ma yang selevellah...! Hiks...jahat gw! Padahal gw ga kenal Abi. Padahal, bisa jadi Abi tuh cerdas juga. Tapi pengaruh nama bokapnya, gw kok jadi alergi yak? Jahat, udah berpikir negatif sejak dalam pikiran!
Ok, lupain Dian Sastro, karena berita meridnya Siti Nuhaliza keknya jauh lebih seru. Gw jamin banyak yang protes, atau malah patah hati. Temen ngobrol gw malah bilang gini, "Sayang ya... napa harus menikah dengan dia?"Trus gw bilang, udahlah, jangan melawan kehidupan. Hiks, maksud gw sebenernya, yaaa...mungkin itu cinta, preet, tai, atau apalah namanya.
Trus temen gw bilang gini lagi, "Ya bukan apa2.... duda kaya, yg baru saja menceraikan istrinya, kesannya gimanaaa gitu". Hmm, iya sih. Tapi lagi2 gw coba ga pengen berburuk sangka. Beda ma kasus Dian Sastro, gw malah setuju dia putus. Napa yak? Mungkin karena Dian masih tahap pacaran kali ya. Sementara Siti....?
Trus temen gw ngomong gini lagi...
Ada sesuatu yang "penting" dalam kasus siti...! Untuk orang sekaya dia pun, uang ternyata masih demikian bertenaga... Gw ingat ucapan dia di sebuah media: hal paling membahagiakan dia dari suaminya itu, "ketika dihadiahi mobil mercy slr mc laren".
Oh iya, temen ngobrol gw itu, cowok. Tapi dia ga ngefans ma Siti. Dia penyanyi bagus, tp gw ngga ngefans-lah... Cuma, dia kan dianggap simbol kebersahajaan, selama ini....ternyata....
Abis ngobrol itulah gw terpikir buat posting topik yg ga biasa ini. Padahal postingan soal ledakan baru di lumpur panas Lapindo udah ada di kepala. Juga batalnya penjualan tiga anak perusahaan Bumi Resources (KPC, Arutmin, Indocoal) ke Borneo Lumbung Energi yang gw yakin sangat politis dan pasti terkait bencana lumpur Lapindo. Ah, Bakrie emang m****t! Ga cuma pinter memiskinkan orang tapi juga pinter bikin pelaku di bursa saham ketar ketir.
Ah ya...balik ke soal dua artis tadi. UANG-kah pemicunya ketika Siti memutuskan menikah ma duda kaya itu? Apa iya kebahagiaannya cuma karena mercy itu? Ih, penting ga seh dibahas?
Jumat, 18 Agustus 2006
un molto bella sognando
ya...mimpi indah bertaburan
dalam tujublasan kemarin
katanya BBM takkan naik lagi
katanya tak ada tebang pilih lagi
katanya gaji naik 15 persen
katanya...
nyatanya...
Nurdin Halid bebas
Sebulan lagi Tommy aSoeharto juga bebas
Warga Porong masih berkubang lumpur panas
Warga miskin kini 35.000.000 orang
Denda 20 ribu per rumah karena nggak pasang bendera
(see??? Sutiyoso emang gila! Katanya demi meningkatkan nasionalisme, Satpol PP dikerahkan merazia rumah2 yang ga pasang bendera)
aaargggghhhhhhhhh.....monyet!
akankah mimpi pemulung Surabaya
dalam tujublasan sederhana mereka, didengarkan?
"Merdeka! Kami bangga sebagai pemulung, karena mampu membantu Surabaya untuk menjadi kota bersih. Untuk itu, kami meminta agar pemerintah juga memperhatikan dan tidak menggusur kita. Ayo! Kita berdoa bersama-sama agar Surabaya, khususnya Jawa Timur dan Indonesia tidak mengalami bencana lagi. Pemulung bukan pekerjaan hina. Pemulung bisa memasok devisa negara".
(sebagian dikutip dari detik.com dan tempointeraktif. Judulnya, dari abang juga)
Kamis, 17 Agustus 2006
Sognando del Patria
Impianku tak pernah muluk
Aku cuma ingin, setiap lekuk di khatulistiwa ini
tetap menawan seperti tubuh putri Indonesia
tanpa pelecehan, tanpa pemerkosaan
tanpa topan, tanpa bencana
Impianku tidaklah muluk
Aku cuma ingin nyanyian tetap mengalun indah
tak apa-apa anak berseragam di deketku salah melafalkan
mengubah "berkibarlah benderaku, lambang suci gagah perwira" menjadi "berkibarlah benderaku, lambang suci gagah sekali"
tak masalah paduan suara fals karena lirik lagu berubah dari "garuda pancasila" menjadi "burung garuda pancasila"
karena tak hapal lagu nasional bukan berarti hilangnya nasionalisme,
tapi impianku, ingin mendengarkan anak-anak Indonesia menyanyi dalam keriangan,
tanpa paksaan, tanpa tekanan, apalagi penculikan
Impianku tidak muluk
Aku hanya ingin, orang-orang pintar dan alim negeri ini
tak lagi menjanjikan surga-neraka
tapi bekerja bagi semua
tak murka kala dicela
tak ingkar setelah berjanji
tak lagi dusta dalam berkata
tak ingin dipuji saat menjalankan kewajiban, melayani umat
impian, asa, harapan dan cara boleh beda
dalam caci maki atau puja puji
untukmu Indonesia
aku takkan kehabisan cinta!
* thanks judulnya ya bang...